Rabu, 14 April 2021

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia

Yuk belajar bareng..

Apa itu UMKM?

UMKM merupakan usaha mayoritas di Indonesia, banyak banget ya.. Ada kriteria tertentu yang menentukan usaha itu masuk ke usaha mana, awalnya kriteria UMKM berdasarkan UU No. 20 Tahun 2008, tapi sekarang sudah ada aturan baru yang merubah kriteria UMKM yaitu ada di Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 2021. PP 7/2021 ini merupakan turunan dari UU 11/2020 tentang Cipta Kerja.

Berdasarkan PP 7/2021 ini pada pasal 1, dijelaskan bahwa:

Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah ini.

Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari Usaha Menengah atau Usaha Besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah ini.

Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari Usaha Besar yang memenuhi kriteria Usaha Menengah sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah ini.

Untuk Kriteria UMKM sesuai Pasal 35 dijelaskan:

1. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dikelompokkan berdasarkan kriteria modal usaha atau hasil penjualan tahunan. 
2. Kriteria modal usaha digunakan untuk pendirian atau pendaftaran kegiatan usaha. 
3. Kriteria modal usaha  terdiri atas:

  • Usaha Mikro memiliki modal usaha sampai dengan paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha
  • Usaha Kecil rnemiliki modal usaha lebih dari Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) sampai dengan paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; dan
  • Usaha Menengah memiliki modal usaha lebih dari Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah) sampai dengan paling banyak Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usah
4. Untuk pemberian kemudahan, pelindungan, dan pemberdayaan UMKM selain kriteria modal usaha digunakan kriteria hasil penjualan tahunan
5. Kriteria hasil penjualan tahunan terdiri atas:
  • Usaha Mikro memiliki hasil penjualan tahunan sampai dengan Paling banyak Rp 2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah);
  • Usaha Kecil memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah) sampai dengan Paling banyak Rp15.000.000.000,00 (lima belas miliar rupiah); dan
  • Usaha Menengah memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 15.000.000.000,00 (lima belas miliar rupiah) sampai dengan paling banyak Rp 50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah).

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

Sumber: Kementerian Koperasi dan UKM











Rabu, 07 April 2021

Berjuang Melawan Virus Covid 19, Suami 26 hari di Rumah Sakit (Cerita 2)

Cerita sebelumnya baru sampe hari ke-10 yuk dilanjut ke hari-hari selanjutnya...

11. Kamis, 26 Nov 2020 - Saturasi room air 90, HFNC flow 60 kadar 70 saturasi 99 (HFNC hari ke-5)

Alhamdulillah ayah bisa bobo, pagi2 makan pisang, mudah2an nanti laporannya bagus ya Allah.. Aamiin.. Alhamdulillah laporannya Room air 90, flow 60 kadar 60 saturasi 99, swab masih positif skrg diturinin lg kadarnya jadi 50 mudah2an bsok hasilnya bagus.

Hari ini, kuping suami lecet karena karet HFNC, terus udah 4 hari belum BAB, saya saranin banyak minum air putih dan stop dulu makan pisangnya. Hari ini ngidam mie rebus.. hadeuuuh ayah.

12. Jumat, 27 Nov 2020 - Saturasi Room air 90, HFNC flow 50 kadar 50 saturasi 98 (HFNC hari ke-6)
Ya Allah mudah2an laporan hari ini bagus Amiin.. Suami udah mulai bosen di RS, mulai ngebujuk buat beliin martabak, tapi saya gak beliin. Maaf yah. Saya sudah tanya WA perawatnya: Maaf mau tanya apakah suami boleh makan martabak kacang coklat, katanya lg pengen banget, terima kasih.. terus dijawabnya "Sedang kami konfirmasi ke bagian ahli gizinya iya ibu....". Padahal beberapa hari sebelumnya udah tanya ahli gizi dan ga bolehin. Ini nyari celah nanya perawat tetep dibalikin lagi ke ahli gizi nya. Hadeuuuh. Ahli gizinya yang bales WA, Assalamu'alaikum bu, buah2an saja dulu ya bu, di jus boleh, utk martabak dan cireng jgn dulu ya bu, nanti klo sudah membaik. Asal jangan nangka cempedak duren.

Info dari dokter katanya mau diturunin lagi kadarnya Alhamdulillah.

13. Sabtu, 28 Nov 2020 - saturasi room air 92, flow 50, kadar 40 saturasi 98% (HFNC hari ke-7)
Pagi2 udah buat khawatir biasanya udah subuh udah WA an sampe skrg belum bales.. sampe WA perawat ayaaahhhh mana? Ternyata suami tidur pules. Pipis suami mulai ngerasa sakit banget, mungkin gara2 kateternya. Alat cek saturasinya gabung dengan tensi, sekrang tangan bagian atas mulai lecet mungkin karena udah kelamaan, dan akhirnya tensinya di lepas. Hari ini suami rotgen + darah mudah2an hasilnya bagus ya Allah. Cemilan suami mulai habis, beli lewat ojek online langsung kirim ke RS, sekarang serba gampang. Sorenya suami diturunin lagi jadi HFNC flow 40 kadar 40. Alhamdulillah. Kata suami sorenya, lagi BAB kateternya serasa sakit banget, mungkin karena udah terlalu lama. Malem cairan oksigen di HFNC habis, kata suami saat cairan habis rasanya kering banget jadinya batuk terus. Sebelum tidur akhirnya ditambah cairan di HFNC nya.

Hari ini saya + anak swab yang ke 2 di Puskesmas bismillah ya Allah.. mudah2an sudah negatif. Ga tega anak mesti di swab tapi gimana lagi.
Swab ke-2 ke puskesmas


14. Minggu, 29 Nov 2020 - Saturasi room air 95, flow 50, kadar 40 saturasi 97% (HFNC hari ke-8)
Obrolan subuh, kata suami semaleman batuk terus apa karena kadarnya terlalu rendah, flow 40 o2 40 rendah terus saturasinya paling kecil 92 paling tinggi 97 itu juga jarang, batuk terus jadinya mudah..

Saturasinya rendah banget

Saya coba WA perawat kata perawat :
Kata perawatnya yah:
"coba ganti posisi yang nyaman, seperti duduk tegak, pastikan selang oksigen tidak tertekuk, dan alat sensor oksigen di jarinya terpasang baik bu ☺️ bisa juga alat sensor oksigen jarinya coba dipindah ke jari lain , ini juga mempengaruhi bu"

Alhamdulillah ya Allah room airnya naik lagi skrg jadi 95, flow 50 kadar 97 ya Allah mudah-mudahan besok lebih baik. Sarapan ayah gak habis katanya ayamnya keras.. jadi makan buburnya aja. Suami udah ga betah di RS sering banget nanya ini hari ke berapa? Sabar ya Yah.. Siang suami ganti baju + popok nya.. Sore pipisnya serasa sakit banget gara2 kateternya. Dokter nya bilang kita fokus bapak ga pake alat ini lagi secepatnya, jd siapkan mental jgn panik. Vitamin C suami dikurangi dosisnya awalnya 1000 skrg jadi 400, Alhamdulillah.

Pipis masih serasa sakiiiiit banget gak ketahan kata suami seprei sampai basah karena nahan sakit. Akhirnya jam 19.00 kateter di lepas, jadi balik lagi pipis di pispot.

15. Senin, 30 Nov 2020 - Saturasi room air 95, HFNC flow 40 kadar 40 saturasi 97-98 (HFNC hari ke-9)
Mudah2an terus bertahan. Pipis masih serasa agak sakit, sekali pipis pagi kayak ada nanahnya selanjutnya gak ada. Sore mulai diturunin lg HFNC flow 30 kadar 30 kalau udah stabil lagi mau diturunin ke alat bantu masker biasa bismillah bisa ya yah

Bunda hari ini pulang dari RS, Alhamdulillah Saya + utet sudah keluar hasil swab negatif masih nunggu kabar hasil swab iyek ogek dan yang lainnya.

16. Selasa, 1 Des 2020 - Saturasi room air 90, HFNC flow 30 kadar 30 saturasi 97 (HFNC hari ke-10) sore ganti NRM (NRM hari ke-1)
Pagi2 udah kesel, pipis nya tumpah seprei suami bingung untuk shalat subuhnya, Akhirnya diganti juga sepreinya. Alhamdulillah hari ini pipisnya udah gak sakit lagi. Jam 10 dokter Paru nya dateng katanya HFNC mau diturunin lg jd flow 20 kadar 20,
Dr. Paru: Ayo cepet sehat biar cepet pulang
Suami: mau nya begitu dok, gimana caranya?
Dr. Paru: Semangat dan yakin bisa sembuh.

Jam 12 siang beneran diturunin kadar oksigen HFNC nya jadi flow 20 kadar 20, awal-awal masih harus penyesuaian saturasinya antara 94-95 mudah2an terus naik, sekarang suami mulai disuruh duduk, dan mulai aktivitas. Kata suami saat kadar oksigen diturunin serasa ada rasa cemas, takut bisa atau gak ya.

Alhamdulillah jam 17.41 suami ganti alat bantu napas jadi NRM 12 lpm saturasinya 100 terus.. sama kayak pertama masuk alat bantu napasnya, makasih ya Allah. Jam 18.55 karena ganti alat bantu napas buat periksa tingkat efisiensi perubahannya, suami diambil darahnya di arteri katanya itu sakit bangeeeett terus tangan jadi pegel, ambil darah di tangan dan jarum nya tegak lurus, selain di arteri ambil darah juga di vena. Kalau ga dalah periksa lab gas darah namanya. Kata suami udah 5 kali kayaknya ambil darah di arteri dan vena. WOW pasti sakit banget. Pas awal katanya setiap 2 hari sekali cek darah arteri dan vena.
Alhamdulillah akhirnya ganti dari HFNC jadi NRM

Cerita kondisi di rumah, pagi subuh, di hubungi dedi (kaka ipar) hasil swab ogek + teteh msh positif, ya Allah, akhirnya teteh pulang ke kontrakan. Bingung kasih kabar ke suami kalau ogek masih positif takutnya ngedrop gara2 kepikiran, berbagai pertimbangan akhirnya ngabarin juga kalau Ogek positif, Alhamdulillah suami kuat nerima nya, saya jelasin kalau ogek sehat masih aktif dan gak ada gejala sama sekali, batul ga, demam juga ga.

17. Rabu, 2 Des 2020 - Saturasi room air 96, NRM 12 lpm saturasi 100 (NRM hari ke-2)
Suami pake NRM 12 lpm Alhamdulillah 100 terus, kata perawat kalau hasil lab darahnya bagus, diturunin lg kadarnya. Sekarang udah mulai duduk dan kaki diturunin dari kasur. Kata suami di kamar 901, suami sebagai lurahnya karena pasien yang paling lama. Jam 09.00 udah mulai belajar berdiri Alhamdulillah. Suami bilang kukunya udah panjang + mau cemilan. Seperti biasa pesen gunting kuku + korek kuping + cemilan lewat ojek online langsung dikirim ke RS. Jam 14.00 Pasien sebelah suami skrg lagi kritis padahal kemarin masih baik-baik aja, seger dan makan banyak. Mudah2an cepat membaik Aamiin. Sore sekitar jam 17.00 suami belajar berdiri dan jalan ditempat dibantu sama mas perawat yang baik banget sama semua pasien sabar banget, dia yang ambilin air hangat buat pasien walaupun tempat ngambilnya agak jauh, dia yang kalau kadar oksigen diturunin gak langsung pergi, nemenin dulu sampe saturasi stabil, makasih banyak ya mas. Jam 19.00 alat cek saturasi suami rusak, Alhamdulillah suami gak panik jadi alat cek saturasinya dilepas.

Obrolan subuh, suami cerita:
"Waktu brangkat ke rs ini aja ayah gak sanggup liat muka ambu. Ayah pikir ini terakhir ayah liat ambu masa ambunya lg nangis. Makanya ayah ga bisa liat kalian kmrn itu. Ga gila aja udah bagus am. Berat bgt cobaan kali ini am"
Sedih banget ya Allah.. cerita saya ke suami, Alhamdulillah kita didekatkan orang-orang baik, Saudara yang stok obat-obatan dan makanan ke rumah dan ke RS, tetangga, temen deket, temen kantor juga baik-baik kirim makanan, vitamin, kentang, nuget, sayur-sayuran, kue, obat. Banyak juga temen-temen yang masih sayang ngeWA, WA kasih support serasa berarti banget. Nguatin mental untuk harus sembuh. Kalau sedih, banyak pikiran imun jadi turun virus jadi seneng, jadi makin banyak. Jadi harus nyenengin hati, besarin hati. Makasih ya Allah, makasih semuanya. Kadang ada sedikit rasa sedih kok si ini atau si itu ga ada tanya kabar sama sekali, sudahlah dibiarkan saja, kuatin hati.

18. Kamis, 3 Des 2020 - Saturasi room air 95, NRM 10 lpm saturasi 100 (NRM hari ke-3)
Subuh udah WA semalem suami ga bisa tidur, katanya penuh drama banget, pasien sebelah drop lagi akhirnya jam 01.30 di pindah ke ICU. Pasien dekat kamar mandi mertua nya meninggal, istrinya yang positif jadi drop, trus bapaknya bangunin suami nangis2, pengen ketemu istrinya tapi perawatnya gak ngizinin. Jadinya jam 04.30 baru bangun biasanya denger adzan subuh, subuh nya jadi telat. Lihat dokter dan perawat nangani pasien kritis luar biasa, Hebat org² yg milih jadi dokter dan perawat itu.

Perawat di RS ini kalau tidak salah dibagi 3 shift, kalau gak salah yang kasih makan pagi sampe kasih makan siang shift 1, jam 3 sampe jam 22.00 shift 2, yg 23.00 sampe jam 6 shift 3. Terus kalau ga salah lagi, satu tim perawat nangani 6 kamar, 1 kamar 4 pasien, jadi total 6 x 4 = 24 pasien, luar biasa. Satu lantai ada 2 tim perawat. Pengabdiannya, luar biasa, mohon sabar, wajar banget kalau misalnya saat dipanggil datangnya agak telat, karena bisa saja yang perlu dibantu gak hanya satu orang dan butuh waktu juga pake APD. Oh iya belum cerita di setiap kamar ada CCTV tiap pasien tidak boleh lama2 tutup gorden, karena perwat dan dokter melihat kondisi pasien melalui CCTV. Saat pandemi di RS banyak perawat yang relawan dr berbagai daerah yg dikontrak selama 1 tahun ikut program DKI memanggil.

Sarapan pagi ini sama ayam lagi, ayam gak habis karena keras. Suami rasa sekarang udah mulai bisa tarik napas dalam lagi, Alhamdulillah. Udah mulai belajar ngelakah, senengnya kata dokter paru suruh duduk turunin kaki goyang-goyang trus coba berdiri. Infus suami mulai sakit lagi, kayaknya udah harus dipindah. Jam 10.00 dokter parunya dateng diturunin jadi NRM 8 lpm saturasi stabil 100, dan harus di fisioterapi. Suami udah ngerasa bosen banget, selalu bilang pengen pulang, wajar udah 18 hari di RS. Dapet info dari perawat favorit,
Perawat : kadar oksigen dalam darah, turun dari yang sebelumnya tapi masih dibatas normal
Suami: kok masih naik turun?
Perawat: happy2 aja jangan sedih

Gerak-gerakin kaki (maaf)

19. Jumat, 4 Des 2020 - Saturasi room air 95, NRM 8 lpm saturasi 99 (NRM hari ke-4)
Masih NRM 8 lpm kata dokter paru mau ganti masker biasa mudah2an stabil terus ya Allah aamiin.. makasih ya Allah.. Pagi2, suami udah BAB, kalau pagi perawat agak slow respon kadang HP nya suka ngehang juga, WA nya tidak terkirim, maklum mungkin kepenuhan. Suami takut banget kalau sepreinya kena BAB, karena suami shalat takut shalatnya gak sah, beberapa kali seprei disana juga kehabisan stok masih di laundry, jadi beralas perlak aja. Suami ngerasa pipis berdiri masih sakit banget, mungkin efek dari kateter masih ada. Hasil laporan kondisi suami respirasi/tingkat pernapasannya agak tinggi 24 x/menit normal nya 20x/menit ke bawah. Jam 10.30 dokter paru visit katanya kalau saturasi room air sudah di atas 95 pake makser biasa, reservoirnya digulung dan suami diminta sering miring kiri kanan. Laporan dr perawat suami saturasinya 97, tapi suami masih ragu, bukannya masih sekitaran 95. Akhirnya jam 20.42 suami ganti masker biasa yang gak ada resevoirnya kadar 10 lpm saturasi aman di 99. Alhamdulillah ya Allah.

Suami pake masker biasa

Stok buah suami + cemilan habis, berhubung kaka mau ke RS juga jadinya minta tolong titip ke kaka.

20. Sabtu, 5 Des 2020 - Saturasi room air 98, Masker biasa 10 lpm saturasi 100 (Masker biasa hari ke-1)
Semangattt ayah menuju nasal kanul menuju sehat.. bismillah ayah pasti bisa.. minta tolong ya Allah.. Alhamdulillah pake masker biasa 10 lpm stabil saturasi antar 98-99 terus jam 06.49 kadarnya diturunin lagi jadi 8 lpm. Dapet laporan dr perwat saturasi room airnya bagus banget 98, tapi suami ngerasa gak pernah sampe segitu. Akhirnya saya WA perawat, terus kata perawatnya nanti diobservasi lagi. Jam 19.30 Alhamdulillah ganti nasal kanul 6 lpm, semangatttt ayah. Penyesuaian awal saturasi 97, mulai stabil naik jadi 98.

Ogek + kluarga teteh masih positif akhirnya tes swab ulang semuanya, dicolok lagi yang ke 3 kali mudah2an negatif semua. Aamiin.

Perjalanan mau swab ke puskesmas

21. Minggu, 6 Des 2020 - Saturasi room air 94, Masker biasa 6 lpm saturasi 99 (Masker biasa hari ke-2)
Masker biasa 6 lpm.. Alhamdulillah ya Allah dari 60 lpm skrg 6 lpm.. mudah2an terus stabil.. dan diturunin lagi lpm.. biar bisa cepet pulang.. makasih ya Allah.. Beda posisi badan, beda saturasinya miring, miring kanan 100, telentang 97-98, tengkurep 99. Kemarin dokternya suruh prone (posisi temgkurep) 5 kali sehari dan tidur miring. Saturasi pake oksigen sudah bagus, yang masih rendah saturasi room airnya, kata dokternya "Ga bisa dipaksain. Nanti lama² membaik kok pak, Bapak dulu kan di 88, Skrg udah 94, pelan2 ya pak". Jam 17.37 alat cek saturasi diambil karena katanya ada yang lagi butuh yang lain pada rusak, mungkin karena saturasi pale oksigen udah stabil bagus, jadi diambil. Tapi jam 17.57 alatnya udah dibalikin lagi. Suami berharap, punya angan2 menu makan malamnya Nasi gulai otak sama paru goreng, ada2 aja si ayah.

22. Senin, 7 Des 2020 - Saturasi room air 95, Masker biasa 6 lpm saturasi 99 (Masker biasa hari ke-3) sore ganti Nasal kanul (Nasal kanul hari ke-1)
Suami gak bisa tidur, karena alat oksigen pasien sebelah keras banget suara, gak tau kenapa. Suami agak sedih karena hasil rontgennya awal rontgen awal konsolidasi bertambah, rontgen selanjutnya berkurang, hasil rontgen sekarang bertambah lagi. Terus kardiomegali posisi/dd, kardiomegali itu jantung membesar karena ada dd nya bisa jadi membesar karena hanya kesalahan posisi saat rontgen. Jam 10.13 dokter jaga bilang udah boleh coba buat ke kamar mandi, Alhamdulillah. Seneng banget dengernya.

Jam 10.22 di tensi, 122/80 dan saturasimya kalau pake oksigen 100, kalau room air 96. Jam 10.59 dokter parunya datang kadarnya diturunin jadi nasal canul 3 lpm. Penyesuain lagi, sekarang alat cek saturasinya sudah dicopot gak pake lagi. Nasal canul 3 lpm kata suami gak berasa apa2. Reward buat suami yang pengen mochi, saya pesenin mochi lewat ojek online. Jam 16.00 di cek lagi tensi 120/80, nasal canul 3 lpm 100, room air 94-95 suami masih penyesuaian dengan 3 lpm, kata suami "Setiap diturunin itu ayah kyk dilelepin am, hrs berjuang utk nimbul. Makanya ayah minta doanya. Klo hbs diturunin". Semangattt ayah.

Suami dengan nasal kanul

Kondisi di rumah. Alhamdulillah ya Allah saya + anak2 hasilnya negatif semua tinggal anaknya teteh yang masih positif, berita baik buat suami jadi makin semangat. Udah satu rumah negatif, rencana rumah mau di disinfektan rekomendasi kaka pake jasa mogging. Di jadwalin hari Rabu jam 10 di semprotnya.

23. Selasa, 8 Des 2020 - Saturasi room air 95, Nasal kanul 3 lpm saturasi 98 (Nasal kanul hari ke-2) sore Lepas Oksigen
Suami serasa aneh jam 1 malem diperiksan perawat tensi nya tinggi banget 140/70, saturasi pake oksigen nasal kanul 3 lpm 97, room air 96. Kata suami Lah tinggi amat tensi, kata perawatnya normal kok itu pak. Biasanya gorden ga boleh ditutup, tp semalem perawatnya nutup, selamat istirahat pak. Pagi jam 6.40 kata perawatnya suami udah boleh ke kamar mandi terus Trus dia blg oksigen ny mau coba dilepas, mau liat pernapasannya gmana. Bismillah semangat ayah. Jam 07.30 suami pertama kali ke kamar mandi, kaget banget liat di kaca kurus banget. Masih serasa aneh udah lama banget gak jalan. Yang penting ati2, pelan2 aja yah. Jam 08.59 suami pipis di toilet. Alhamdulillah. Jam 09.49 datang fisioterapi, dilatih setengah jam suami ngerasa capek banget, Dilatih napas dalam terus batukin selain itu belajar nguatin kaki. Fisioterapinya bilang banyakin duduk.

Jam 11.49 suami ngerasa meriang dingin banget, tapi cek pake termometer suhu nya 36 apa mungkin karena kecapean udah fisioterapi. Suami udah sering bolak balik kamar mandi, karena kamar mandi dipake bareng-bareng jadi butuh sanitizer buat jaga2, dikirim dari rumah ke RS sanitizer, sarung, masker sama oxy meter.
Jam 14.46 dokter paru datang disuruh matiin oksigennya, trus bilang pantau ya. Suami kira cuma dilepas, ternyata dimatiin oksigennya. Wooowww lepas oksigen. Bismillah ya yah.
Sore jam 16.00 , suami masih ngerasa meriang ampe nelepon saya segala, berarti udah serasa sakit banget, akhirnya hubungi perawat minta tolong diliatin, jam 16.54 perawt cek tensi 117/70 normal, saturasi 96 97, suhu 36,2 normal, perawatnya bilang yg bener demam? Tapi dia catat sih, Dia blg nanti di kabari dr parunya dulu. Magrib masih meriang dan mulai demam suhu 37,6. Akhirnya dikasih obat demam lewat infus.
Lepas bantuan oksigen

Cerita teman satu kamar suami, pasien sebelah suami, Persis sama kyk kami, seluruh keluarganya kena, istri dan anak2 otg di rumah, sepupu nya udah meninggal kemarin di RS ini juga, dia semangat banget harus sembuh, katanya anaknya 3 orang dan masih kecil, yang paling besar TK. Semakin banyak yg positif sedih kalau denger cerita suami.

Suami di mata perawat kyknya dibilang panikan. Perawat favorit, sering bilang gitu, "Panik lagi, panik lagiii, Santai pak, tarik napas aja kayak biasa". Suami cuma bisa ketawa aja.

Pas cek malem saturasi rendah 94-95 mungkin karena meriang akhirnya pasang oksigen lagi 2 lpm kata suami serasa gak pake oksigen, ga ada bedanya ama ga pake. Semangattt ayah.

24. Rabu, 9 Des 2020 - Saturasi room air 95, Nasal kanul 2 lpm saturasi 97 (Nasal kanul hari ke-3)
Jam 05.00 cek saturasi sendiri pake masker 95-96, kalau lepas masker 98 saturasinya. Setelah mulai pake nasal canul, suami disaranin pake masker terus, karena suami udah mulai membaik takut ketularan lagi.

Hari ini suami di rotgen lagi, mudah2an hasilnya bagus, jadwal rontgen 3 hari sekali. Jam 10.00 habis pipis suami ngerasa meriang lagi, suami takut imun turun klo demam terus gini. Suami ngerasa demam meriang, lapor perawat terus jam 11.11 periksa ternyata tensi dan suhu nya bagus, tensi 123/70, suhu 36,3 saturasi pake oksigen 99, ga pake 96. Mungkin ngerasa meriang karena pipis sakit, mungkin gara2 kateter terus jadi infeksi. Jam 13.00 suami dikasih obat suntik anti nyeri. Jam 15.00 suami ngerasa enak pipisnya udah dikasih obat anti nyeri itu.

Saran dari bunda biar pipis ga sakit beli air kelapa ijo. Akhirnya saya beli lewat ojek online langsung kirim ke RS. Perawat yang anter tanya air apa pak? mungkin dikira nya air jampi2, suami bilang air kelapa ijo, perawatnya jawab ooohh.

Cerita lucu, pasien depan kasur suami. Masih muda banget kira2 34 tahun, dia punya riwayat sakit DM, tapi makannya berselera banget. Dia kena omel perawat gara2 ketauan mau makan mie yamin. Istrinya kirim mie yamin, Ketauan perawat di bilang bapak kan DM, makannya dijaga dong dia nyengir aja. Terus makanan nya diambil perawat kasian banget padahal belum kesuap, saking kagetnya ke gap perawat pas lagi matahin sumpitnya sampe patah setengah. Belum kapok masih pengen mie yamin sorenya dia pesen dikirimin lagi mie yamin tapi taktiknya pake kresek item kata dia biar ga ketauan. Hadeuuuhh nakal banget. Liat tetangga sebelah makan mie yamin, suami juga jadi ngidam yamin paing deket rumah.. hadeuuhh.

Jam 19.00 suami makan sama Ayam gulai, perkedel aneh rasanya, telor bulet sama sayur. Saturasi suami jam 20.00 msh rendah pake oksigen 95, semangattt yah, mudah-mudahan terus naik. Jam 22.56 pasien deket kamar mandi kritis dan rame banget jadi suami gak bisa tidur. Pipis nya udah mulai sakit lagi, mungkin reaksi obat anti nyeri nya udah hilang.

25. Kamis, 10 Des 2020 - Saturasi room air 97 (Tanpa masker hari ke-1)
Temen sekamar suami kritis, dari jam 11 malem oksigennya suami dipinjem jadinya gak pakai oksigen. Pagi, bapak yang kritis meninggal, Inalillahi wa inailahi rojiun. Saturasi aman antara 95-96. Pas cek dokter saturasi room airnya bagus banget 98, tensi juga bagus 120/70 Alhamdulillah. Suami minta di doain hasil rontgen bagus, kata dokter paru kalau hasilnya bagus suami boleh pulang hari ini. Info perawat favorit 2 (relawan dari Aceh) katanya besok rencana suami pulang, tapi swab dulu, mudah2an hasilnya negatif, Aamiin ya Allah..

Kata dokter paru, "pake masker ya pak, jgn smpe kena lagi biasanya lebih parah".
orang yang udah pernah kena virus bisa kena virus lagi. Katanya virus covid ini aneh banget, banyak jenisnya, sekarang kena virus A, terus diobatin kebal virus A bisa jadi kena lagi virus B atau C atau D atau yang lainnya krn banyak banget jenisnya katanya. Sebelum swab suami disuruh dokter paru beli betadine kumur dan betadine semprot hidung, nyari-nyari di toko dan apotek yang terhubung ojek online ga nemu apalagi yang betadine semprot hidung. Akhirnya beli di toko online yang bisa dikirim instant kurir. Harga yang semprot hidung lumayan agak mahal, demi ikhtiar ga apa2.

Semprot Hidung yang dibeli

Menu makan malam suami ayam opor, telor saos padang, semur tahu dama sayur kacang panjang, dinikmatin ya yah. Perawat aceh yang tugas, "Dia bilang mgkn besok kita ga ketemu lg pak, karena sifht malam, besok bapak rencana pulang klo saya liat dicatatan tadi, salam buat keluarga ya pak", seneng banget dengernya. Tapi swab dulu katanya.

26. Jumat, 11 Des 2020 Saturasi room air 97 (Tanpa masker biasa hari ke-2)
Kata suami jadwal pulang di RS ini biasanya jam 5 am, jd jam 5 mereka baru urus-urus dokumen, biasanya pasien pulang itu jam 20.00 an lewat gitu. Suami berharap bisa pulang hari ini, karena besok Sabtu-Minggu ga bakalan bida pulang karena dokter paru ga ada, jadi kemungkinan boleh pulangnya baru Senin.
Biasanya habis subuh suami prone/tengkurep dari sekitar jam 05.00 - 06.00. Jam 09.27 suami swab ke 3, mudah-mudahan negatif. Jam 14.16 suami bilang "Kyknya ga jadi pulang ayah ya am. Jam segini blom ada dokter yang bilang ayah boleh pulang. Mungkin harus sabar sedikit lagi."

Jam 15.02, saya dapet WA dari perawatnya:
Selamat siang pak/bu
Bapak SUAMI sudah di perbolehkan pulang
Di mohon keluarga datang menjemput jam 17.00
Dengan membawa fotokopi ktp pasien dan fotokopi kartu keluarga
Terima Kasih


Seneng banget dapet WA ini, langsung saya forward ke suami, suami belum nyangka karena dokternya ga ada yang bilang ke dia dan belum keluar hasil swab nya juga. Setelah saya telepon perawat buat mastiin, ternyata betul suami boleh pulang. Langsung packing dan gak muat 1 koper, masih banyak buah + popok lebihan, daripada di bawa pulang, suami kasih ke pasien sebelah. Suami mandi, terus pake celana panjang, celananya sekarang kebesaran. Yang jemput suami umak + babang, urus2 berkas disuruh bawa fotokopi KTP dan KK, ambil obat dan jemput suami. Proses nya Alhamdulillah cepet. Jam 19.30 sudah boleh pulang. Alhamdulillah.. Alhamdulillah bersyukur banget, makasih banyak ya Allah udah sayang banget kami. Suami boleh pulang setelah 26 hari di rawat berjuang ngadepin ujian ini. Suami udah langsung minta dipesenin Yamin buat makan di rumah. Hehehe.. Siap Pak Bos. Suami di rumah masih belum boleh deket2 anak2 masih harus diisolasi selama seminggu di Kamar.

Terima kasih banyak buat semuanya para dokter, perawat, saudara, tetangga, temen-temen semua atas semua2nya doa, bantuan, dukungannya kami bisa lewati ini semua. Masih serasa trauma, gak mau sampai keulang lagi. Mudah2an gak ada yang kayak kami. Mudah-mudahan virus ini cepet hilang ya Allah. Aamiin.

Terus berjuang para survivor covid, tetap semangat, jangan panik, besarin hati, kuatin hati, yakin kan diri bisa sembuh, orang-orang kesayangan berharap kita segera sembuh. Pasrahkan sama yang punya badan kita Allah SWT minta tolong berikan yang terbaik. Mudah-mudahan bisa lewati semua ini. Aamiin.

Tulisan ini hanya sebagai pengingat diri kami pernah mengalami semua ini, tidak ada maksud apa2. Semoga diri menjadi orang yang lebih baik, lebih bersyukur, kita bukan apa2 tanpa Sang Pencipta. Alhamdulillah. Terima kasih ya Allah.

Sekian, terima kasih banyak.


 

Berjuang Melawan Virus Covid 19, Suami 26 hari di Rumah Sakit (Cerita 1)

Berbagi pengalaman yang keluarga kami hadapi. Akhir 2020 ini kami mengalami cobaan, keluarga besar positif covid, 11 orang,

1. Saya
2. Suami
3. Iyek, Anak ke 1 (7 tahun)
4. Ogek, Anak ke 2 (5 tahun)
5. Utet, Anak ke 3 (2 tahun)
6. Bunda, Kaka no. 2 suami
7. Abi, Suaminya kaka no. 2
8. Umak, Kaka no. 4 suami
9. Teteh, yang jaga anak
10. Aa, suami teteh
11. Anak teteh (9 tahun)

Serasa berat banget, namun harus dijalani, dilewati, mental benar-benar diuji.

Ga disangka, kami rasa sudah protokol kesehatan banget, selalu pakai masker dan cuci tangan, pulang pergi kantor naik mobil tidak pernah pakai kendaraan umum. Ke mall pun tidak pernah. Mungkin sudah harus jalanannya kami kena virus ini, entah dapet darimana virus ini.

Awal cerita, hari Senin, tgl 9 November 2020 ini suami cantengan di jari tangan, kami pikir meriang karena cantengan, saya dan suami sempet ke klinik kantor periksa cantengan itu, saya dan suami satu kantor, dari klinik hanya dikasih obat saja tidak berani di bongkar. Itu hari terakhir kami ngantor. Besoknya Selasa, tgl 10 Nov 2020, suami serasa makin ga enak, akhirnya diputuskan cantengan itu dibuka sendiri, maaf keluar nanah. Hari selanjutnya demam suami naik turun, di rumah minum obat penurun panas dan obat cacing, karena kami beranggapan kena typus, suami punya riwayat typus, demam nya saat magrib setelah minum obat demam turun trus lama-lama naik lagi, suami hilang nafsu makan juga, badan serasa lemes dan mulai batuk.

Kalau tidak salah hari Kamis, 12 Nov 2020 Umak rencana mau dinas ke luar kota dari kantornya harus periksa swab, saat itu umak sudah ada batuk. Balik lagi ke cerita suami, hari Jumat, 13 Nov 2020 Suami udah ngerasa gak enak banget, badan udah lemes banget, akhirnya udah magrib di bawa ke RS swasta "H" dianter abi, suami masuk ke IGD dan ada kejadian lucu kami salah masuk IGD pintu IGD sebelah kiri ternyata khusus pasien positif covid, kami serasa takut gitu.. aduuuh salah masuk.. IGD umum pintu sebelah kanan, kami masih beranggapan hanya sakit karena cantengan atau typus, disana suami langsung ditangani krna ga makan, suami langsung di infus, tekanan darah saat itu tinggi 140, selain itu EKG dan periksa darah juga. IGD saat itu rame bgt. Suami baru pertama kali ini di Infus sebelumnya sehat-sehat aja. Kata dokternya kalau hasil lab suami bagus boleh pulang, senengnya denger itu. Kebijakan RS krn kami pakai askes kalau rawat inap ditanggung askes kalau boleh pulang biaya ditanggung sendiri. Lumayan agak lama nunggu hasil lab nya, sekitar jam 21.30 hasil lab baru keluar, Alhamdulillah hasil lab bagus Serology negatif kata dokter typus nya negatif jadi boleh pulang dan dikasih obat-obatan, biaya IGD, lab dan obat-obatan sekitar habis 2 jutaan.. Seneng banget boleh pulang gak harus rawat inap.

Masuk IGD tapi akhirnya boleh pulang

Hari Sabtu sore, 14 Nov 2020, hasil swab umak ternyata positif, serasa hancur banget, sedih, bingung serasa campur aduk, jangan-jangan kami juga positif. Keluarga kaka suami rumahnya deketan satu gang dan kami sering interaksi. Akhirnya hari Minggu pagi, kami + kluarga kaka + klurga teteh yang jaga anak periksa swab di puskesmas.. hancur banget hati anak2 di swab.. ogek dan utet nangis kejer.. utet hanya swab dari mulut saja karena di bawah 5 tahun. Sore hari nya, umak karena ada gejala batuk akhirnya diputuskan isolasi di RS swasta di daerah Menteng. Sedih banget umak, pergi ke Rumah Sakit. Kami was-was nunggu hasil swab.

Hari Senin sore, 16 Nov 2020 hasil swab suami + bunda keluar hasilnya POSITIF ya Allah.. krna suami sakit + bunda juga sudah ada gejala batuk dan punya DM (sakit gula) akhirnya diputuskan ke rumah sakit, mulai nyari-nyari RS koordinasi dng dokter klinik kantor, di RS tempat umak ternyata penuh jadi gak bisa bareng umak, akhirnya dapet di RS. Alhamdulillah, habis magrib berangkat kesana suami + bunda dianter anak bunda (babang).. hancur lagi hati ini ditinggal suami ke RS.. denger segala cerita gimana pasien covid di RS..

Kisah suami di RS dimulai.. maaf ceritanya panjang banget.. saya coba cerita dari hari ke hari kondisi suami di RS

1. Senin, 16 Nov 2020
Suami masuk IGD RS PM kira-kira jam 21.00 langsung ditangani periksa segala macem saturasi oksigennya room air 88, terus pake alat bantu napas Non-rebreather mask (NRM) 15 lpm.. setelah penanganan suami masuk kamar 903. Dalam 1 kamar terdiri 4 orang pasien laki-laki semua.

Bunda ditempatin di kamar 1003, beda satu lantai dengan suami, bunda kondisi nya lebih baik daripada suami, alat bantu napasnya pake Nasal Canul.
Suami lagi diperiksa perawat

2. Selasa, 17 Nov 2020 - Saturasi oksigen 90, NRM 15 lpm
Pagi-pagi diminta untuk melengkapi berkas yang kurang kirim melalui email yaitu Kartu Keluarga. Cerita suami saat itu lagi sesak, gak nafsu makan sama sekali, kalau lagi sesak diibaratkan berenang di tengah lautan, kalau panik ya pasti tenggelam, jadi jangan sampe panik.
Saat gak nafsu makan suami didatengin pasien sebelahnya yang ternyata perawat di RS itu yang ternyata positif juga, Dia bilang "Bapak harus makan, lihat saturasi bapak jelek banget udah pake oksigen tetep rendah 90, bapak masih mau hidup atau udah nyerah?kalau masih mau hidup dan gak mau ke ICU bapak harus makan, harus ada yang masuk, kalau ga bubur nya aja, saya tau makanan RS ga enak tapi harus dipaksain, atau mau SAYA SUAPIN?Kalau ga sekali makan sekali minum" ucapan pasien itu yang buat suami semangat, inget masih punya keluarga, anak2 masih kecil. Suami untuk pipisnya gak boleh ke kamar mandi karena saturasi masih rendah harus pake masker terus jadi pake pispot. Malemnya suami dipindah ke Ruang 903.
Oh ya setiap pagi, saya dapet surat cinta dari perawat terkait kondisi suami melalui WA biasanya dikirim antara jam 8-10. Isinya berikut:

Salah satu Menu Makanan RS

Kondisi di rumah masih was-was nunggu hasil Swab saya + anak2 + semuanya. Akhirnya hasil yang ditunggu2 keluar kami positif covid kecuali babang anaknya kaka yang negatif. Tambah hancur lebur, saya kuatin diri harus sehat, kalau saya sakit siapa yang jaga anak2, Alhamdulillah anak2 gak ada gejala sama sekali, masih maen kayak biasa. Saya yang ada gejala, saya gak bisa nyium sama sekali. Sampai saya tempel botol prostex di hidung tetep ga kecium. Sama kaka yang dokter saya di kasih vitamin + obat yang harus diminum:
Obat-obatan Ambu

Anak-anak iyek + ogek minum vitamin aja gak minum obat karena gak ada gejala, vitamin yang diminum:
Imboost sirup anak
Enervonce sirup anak

Rutinitas di rumah pagi, cek saturasi pakai oxymeter Alhamdulillah di rumah dari sebelumnya udah punya alat ini, jemur dari jam 7-8 pagi. Siang dan sore cek saturasi lagi. Karena virus ini nyerang paru kita dan banyak dengan gejala happy hipoxia atau silent hipoxia, paru-paru kita udah dipenuhi virus jadi tubuh kekurangan oksigen, tapi Badan ga ngerasain, serasa sehat-sehat aja, dan tiba-tiba drop saturasi oksigennya rendah banget. Jadi harus sering2 periksa saturasi oksigen. Yang bikin gemes neng utet si bungsu yang susah banget minum obat, paling sekali atau 2 kali minum imboost itu juga dipaksa dan dilepeh. Periksa saturaai oksigen juga harus pas tidur, pas bangun gak mau sama sekali.

Utet Berjemur

Iyek Ogek Berjemur


3. Rabu, 18 Nov 2020 - Saturasi room air 95, pake NRM 15 lpm, saturasi 99
Baru aja pindah kamar, sebelah suami ada yang kritis mulai dari jam 3 pagi sudah rame, krn tidak kuat Inalillahi wa inailahi rojiun, bapak di sebelah suami meninggal. Shock banget suami. Alhamdulillah saturasi suami sudah mulai meningkat. Inget pesan2 dari pasien di kamar 903, Suami jadi mulai nafsu makan, sarapan bubur sumsum + telor orak arik Alhamdulillah habis. Karena suami belum boleh ke kamar mandi untuk BAB jadi saranin untuk pake popok, terus saya beli lewat toko online langsung dianter ke rumah sakit. Karena pertama beli, saya beli popok celana ternyata salah, kata perawat bagusnya pakai popok perekat biar gampang buka dan pasangnya. Selanjutnya saya beli popok yang perekat. Untuk pengiriman barang ditujukan ke pasien dan jangan lupa nomor kamarnya, jangan lupa ditulis dititip satpam lobby.

Hari ini juga, Abi suami kaka no. 2 dibawa ke RS karena saturasi periksa di rumah semakin turun dan ditempatkan sekamar suami sebelahan, Alhamdulillah ada temennya.
Abi sekamar di sebelah Suami

Oh ya obat-obatan suami, suami pake infus, terus ada obat yang dimasukin 2 obat lewat infus juga, selain itu sebelum makan pagi dan sore suami disuntik dulu di perut itu yang katanya sakit banget, obat omeprazol (obat lambung). Dan ada juga obat yang diminum setelah makan.

Sabar ya sayang, jangan lupa tarik napas yang panjang, jangan sering buka masker kata2 itu yang sering dibilang ke suami. Sering-sering prone (posisi tengkurap) yang katanya bikin saturasi jadi naik.

4. Kamis, 19 Nov 2020 - Satuasi Room Air 88, NRM 10 lpm saturasi 97
Rutinitas, bangun tidur langsung WA suami tanya kabar, tanya saturasi dan kasih semangat komunikasi lewat WA atau video call. Tak lupa kirim foto anak-anak kasih kabar kalai kami disini baik2 saja, supaya suami semangat. Saya serasa gimana di rumah gak tenang banget, takut ada kabar dari RS, kalau tidur serasa salah banget. Hasil laporan perawat saturasi suami turun. Sepanjang hari tanya kabar suami dan kasih semangat, ngobrol tentang masa kritis, baca di beberapa artikel masa kritis antara hari ke 7 sampai hari ke 10. Untuk angkat baju kotor waktu pengambil ternyata ada jam khusus yaitu mulai jam 17.00-20.00

Kondisi abi, sebelah suami, kelihatan sesak tapi katanya tidur terus, diingetin untuk tarik napas dalem2, tapi abinya tiba-tiba tidur.

Jadwal perawat kontrol, tensi dan saturasi
sehari 4 kali, pagi sebelum sarapan, Sebelum makan siang dan sebelum makan sore dan antara jam 23.00 - 01.00

5. Jumat, 20 Nov 2020 - Saturasi room air 91, NRM 10 lpm saturasi 93
Sudah hari ke 5, suami serasa pengen mandi, karena belum boleh ke kamar mandi akhirnya di lap dan gosok gigi di kasur. Sorenya, akhirnya suami BAB, cerita suami saat inilah ngerasa diri malu dan lemah banget, gak bisa ngapa2in gak berdaya, jadi ga boleh jadi orang sombong.

6. Sabtu, 21 Nov 90 - Saturasi room air 95, NRM 15 lpm saturasi
Alhamdulillah nafsu makan lancar, jadi subuh BAB lagi. Saturasi suami mulai turun lagi. Makan siang, Alhamdulillah abis. Ini dia menu makan siang suami.

Menu makan siang

Kondisi abi, lagi sesak hari ini, pagi2 ganti NRM sama kayak suami sebelumnya pake masker biasa. Abi siang nya sesak banget, tapi masih ke kamar mandi, padahal sudah dilarang dokter. Akhirnya abi harus pake selang pipis (kateter), awalnya ga mau, dibujuk suami akhirnya mau. Abi ganti alat bantu napas lagi pake HFNC. Ya Allah abi, sehat-sehat.

7. Minggu, 22 Nov 2020 - Saturasi room air NRM
Kondisi abi memburuk, jam 01.20 pagi abi dibawa ke ICU. Kondisi suami pun memburuk saturasinya naik turun tapi lebih sering turun walaupun sudah NRM 15 lpm. Makan Alhamdulillah abis, BAB pun lancar. Siang suami disuruh pasang kateter, awalnya ga mau, setelah saya bujuk akhirnya mau, kata perawat supaya tidak cape dan ngurangi aktivitas. Kata suami pake kateter gak enak mungkin masih adaptasi.


Saturasi suami

Makin siang saturasi suami makin turun, ya Allah sembuhkan suami saya. Aamiin ya Allah. Hidup serasa gak tenang banget, takut ada telepon dari RS.

8. Senin, 23 Nov 2020 - Saturasi Room air 75, HFNC flow 60 kadar 90, saturasi 99
Jam 01.47, suami pasang HFNC baca di artikel oksigennya dipanasim gitu, jd oksigen yang masuk hangat. Jam 03.44 HFNC mati, gak tau kenapa. Saat HFNC mati, saturasi suami hanya 79. Suami udah panik hubungi perawat tidak ada respon, ya Allah, saya juga ikutan panik. Ditelepon sama dokter katanya kalau kondisi suami terjadi perburukan jadinya harua dibawa ke ICU. Hancur banget dirasa itu. Hari ini jadwal suami swab dan periksa darah, mudah-mudahan hasilnya bagus.

Suami mulai pakai HFNC

Gak tahu namanya untuk lihat saturasi

Suami sempet agak marah sama perawat karena telat datengnya, karena kondisi nya yang masalah alat oksigennya mati jadi kan sesak susah napas. Sarapan pagi disuapin sama perawat, gak tau kenapa.

Siangnya saturasi suami mulai membaik, pake HFNC kadar tinggi, saturasi nya bagus, tiap posisi beda-beda saturasinya, saat telentang saturasi cuma 95, tidur miring 99-100, dibuat posisi senyaman mungkin. Buat isi hari, suami biasanya nonton youtube buat nyenengin hati dan gak bosen. Suami pake HFNC saya mulai belajar tentang hitung ROX index, lihat kondisi suami perburukan ato perbaikan, biasanya saya hitung rox index lewat situs ini:

9. Selasa, 24 Nov 2020
Saturasi mulai naik dan stabil kata dokternya flownya mau diturunin. Alhamdulillah.
Jam 9.30 dikabarin abi udah meninggal di ICU Inalillahi wa inailahi rojiun, ya Allah mudah-mudahan husnul khotimah. Aamiin.. Abi nya anak2, yang deket banget sama anak2, sekarang udah ga ada..sedih banget.

Info dari perawat kalau suami makan + minum lancar sudah boleh gak usah pasang infus lagi. Alhamdulillah sore nya selang infus dilepas. Kata bunda, bunda enakan napasnya pake kayu putih semuanya dibalur kayu putih di masker, di sajadah dimana2, suami pun akhirnya ngikutin saran bunda pake masker yang dibalur kayu putih, katanya lebih enakan napasnya. Sampai hari ini suami suka ngerasa kegerahan, apa karena obat nya lagi bereaksi ya.

Masker suami dibalur kayu putih

10. Rabu, 25 Nov 2020 - Saturasi room air 90, HFNC flow 60 kadar 80 saturasi 100
Alhamdulillah kadar oksigennya diturunin Alhamdulillah ya Allah.. terima kasih, mudah2an terus turun.. Obrolan hari ini dengan suami. Kalau berdasarkan artikel, di Singapure itu 11 hr sudah boleh pulang karena udah ga nularin lagi utk orang tanpa gejala (otg), berharap virus di badan udah gak bahaya lagi. Jarum infus suami dipindah ke tangan kiri karena udah lama, karena udah 7 hari jadi dari hari terkahir pindah jarumnya takut infeksi.

Suami gak ada masalah di makanan udah beberapa kali dikirim jeruk, pisang, cemilan biskuit dan roti dan susu beruang, katanya "Ayah kepikiran makan terus" sudah beberapa kali, sekarang lagi ngidam Martabak keju + cireng isi.. hadeuuuh, saya tanya dulu ke dokter gizi RS dan ternyata gak bolehin.. Sorenya suami di lap dan ganti baju lagi..
Cemilan favorit suami gandum cokelat

Bersambung......